MENGETAHUI RESOLUSI ALAT UKUR MAMPU BACA VARIASI PROSES

Variasi suatu proses yang kita kelola harus diketahui, karena dengan mengetahui variasi maka kita akan mengetahui pola proses/data yang kita amati, dari sisi alat perlu dipastikan Mampu-Baca alat ukurnya, apakah Mampu-Baca alat ukur bisa membedakan variasi proses atau nilai dari part/produk yang kita ukur. Mampu-Baca alat ini dinamakan Resolusi.

Contoh untuk memperjelas Resolusi alat, misalkan special character Tebal mempunyai spesifikasi 0.3-0.8 mm, Thickness Meter yang dipakai bisa membaca sampai 0.1 mm, maka untuk produk dengan tebal yang sebenarnya bernilai antara 0.756 s.d 0.845 mm akan terbaca oleh alat dengan nilai 0.8 mm, dan untuk nilai part dengan ketebalan yang lebih besar dari 0.8, misalkan ketebalan part dari 0.810 sampai dengan 0.845 mm sebenarnya tidak masuk spesifikasi tetapi bisa saja dinyatakan sesuai, ya karena resolusi alat hanya bisa membaca satu di belakang koma (0.1)

Untuk itu setiap pengukuran di tiap tahapan produksi harus dipastikan kesesuaian resolusi alat ukur terhadap spesifikasi atau variasi dari dimensi/parameter proses yang diamati. Direkomendasikan resolusi alat bernilai 1/10 dari 6 sigma variasi, dimana sigma bisa didapat dari:

  • nilai STDEV di program Excel
  • nilai Rbar/d2 , dimana R merupakan rata-rata range tiap subgroup, dan nilai d2 tergantung jumlah subgroup yang kita amati (ada tabel)

Contoh Pengambilan data untuk satu proses, dimana subgroup (variasi saat satu kali ambil data) berjumlah 3 data dan diambil sebanyak 20 kali

  • Dari data dihitung dengan STDEV di Excel, diperoleh sigma = 7.57 mm, maka 6 sigma = 75.7 x 6 = 45.4 mm, dikarenakan hasil puluhan, maka alat ukur direkomendasikan mempunyai resolusi maksimal dalam satuan mm.
  • Dengan menggunakan sigma = Rbar/d2 , didapat Rbar/d2= 27.1 maka nilai 1 sigma = 27.1/ 1.693 = 16.02 mm, nilai 1.693 Lihat tabel dengan nilai pada observasi in sampelnya, maka untuk 6 sigma = 6 x 16.02 = 96.1 mm, dikarenakan hasil puluhan, maka alat¬† ukur direkomendasikan mempunyai resolusi maksimal dalam satuan mm.

Hasil hitungan 6 Sigma dari nilai dari STDEV di Excel dan Rbar/d2, keduanya mensyaratkan alat ukur maksimal harus bisa membaca satu satuan mm.

Nah bagaimana alat ukur di proses anda, walau sudah dikalibrasi, harus juga dipastikan kesesuaian Resolusinya, ya semua alat, bukankah kita harus mengetahui variasi proses yang kita awasi, ya mulai dengan kesesuaian Resolusi alat.

Mau memahami ini lebih lanjut, silahkan kontak kami di 0877-178-1334 /0813-8438-0326  atau improvementqhse@gmail.com.

kalau perusahaan anda mau training MSA, juga hub kontak di atas, semua ada kalkulatornya, sehingga di Training nanti kita cukup memahami konsep, pengambilan data dan actionnya.

see you at the top

www.improvementqhse.com