PAHAMI TUNTAS BEDA ACCIDENTS & INCIDENTS!

Sering dinyatakan kejadian kecelakaan itu Accident dan Incident, kapan dinyatakan sebagai Accident atay Incident atau sih? apakah pengertian keduanya itu, lalu bagaimanakah konsep sebenarnya. Lalu apa  mamfaatnya kalau kita memahami pengertian kedua itu? Lalu ada yang bilang kecelakaan itu adalah sebuah proses atau tahapan, ini bagaimana lagi ya?

Kami ajak rekan-rekan untuk membaca artikel ini.

PENDAHULUAN

  1. Accident akan menyebabkan kerugian-kerugian. Accident dapat terjadi pada apa saja termasuk pada manusia. Kerugian yang berkaitan dengan terjadinya accident pada manusia seperti: kematian, luka berat, patah tulang, atau cedera lainnya seringkali menjadi pusat perhatian. Namun kerugian dapat juga menimpa apa saja selain manusia seperti: kekayaan/ aset, kerusakan peralatan, kehilangan waktu kerja, berkurangnya kualitas kerja, hilangnya atau berkurangnya minat kerja, berkurangnya public image, atau bahkan sampai pada suatu kebangkrutan sauatu perusahaan.
  2. Sebagaimana kejadian suatu penyakit akibat kerja, accident merupakan hasil dari serangkaian kejadian. Accident tidak terjadi karena hanya satu sebab, tetapi adalah karena banyak sebab sebab yang tersusun kedalam suatu rangkaian kejadian. Sebab-sebab suatu kecelakan dapat dibagi sebagai: Pertama, penyebab langsung dimana ia sangat dekat hubungannya dengan kejadian accident; Kedua, penyebab tidak langsung; dan Ketiga, penyebab dasar.
  3. Dalam bab ini ada beberapa istilah yang sengaja tidak diterjemahkan dengan maksud tidak menyimpang atau tumpah tindih pengertian bila diterjemahkan kedalam bahasa Indonesia.

DEFINISI ACCIDENT DAN  INCIDENTS

Definisi Accidents

Terdapat banyak sekali definisi tentang ‘accident. Disini akan diberikan hanya beberapa definisi saja yang dapat mewakili variasi definisi-definisi yang ada. Beberapa definisi baku adalah sebagai berikut:

  1. Accident adalah suatu kejadian yang tidak dapat diduga yang sering berakibat pada cedera, kerugian lainnya.
  2. Kejadian yang tidak direncanakan, kejadian yang diluar kendali yang dapat mengakibatkan cedera pada manusia, kerusakan atau/ dan kerugian kerugian lainnya.
  3. Kejadian yang tidak diharapkan, tidak direncanakan dalam suatu rangkaian kejadian. Kerugiannya berupa gangguan fisik pada individu (cedera, penyakit), kerusakan pada properti, kebangkrutan bisnis, atau kombinasi dari semuanya itu.
  4. Accident adalah kejadian yang merupakan hasil dari serangkaian kejadian yang tidak direncanakan/ tidak diinginkan/ tak terkendalikan/ tak terduga yang dapat menimbulkan segala bentuk kerugian baik materi maupun non materi baik yang menimpa diri manusia, benda benda fisik berupa kekayaan atau aset, lingkungan hidup, masyarakat luas. (Satrya, 2005).

 

Definisi Incident

Accident dibedakan dengan ‘incident’. Perbedaan antara keduanya adalah ada atau tidaknya loss (kerugian). Accident selalu disertai dengan timbulnya kerugian, sedangkan incident tidak disertai dengan kerugian.

Incident adalah mirip dengan accident, namun bedanya adalah incident tidak disertai dengan kerugian. Yang termasuk kedalam kategori incident adalah: nearmiss, dan kejadian-kejadian berbahaya.

Gambar Perbedaan Incident dan Accident

MODEL TEORI PENYEBAB ACCIDENT

Untuk lebih memahami bagaimana accident terjadi, marilah kita lihat beberapa teori yang menjelaskan berbagai skenario accident itu dapat terjadi. Teori teori itu dikemas kedalam suatu model, sehingga terlihat urutan kejadian, kaitan antara parameter-parameter yang mempengaruhi dapat jelas terlihat. Karena itu teori penyebab accident ini sering juga disebut sebagai ‘Accident Model’.

Accident Model adalah suatu cara dalam menerapkan metode keilmuan untuk mempelajari dengan lebih baik tentang accident, incident, dan kerugian atau loss yang diakibatkannya.

Pentingnya Model Accident

Dengan mempelajari Accident Model, maka kita dapat:

  1. Memahami klasifikasi sistem, yang logis, objektif, dan dapat diterima secara universal. Dengan mengklasifikasikan sistem maka beberapa fenomena, kejadian yang melatar belakangi accident dapat dikelompok-kelompokan sehingga menjadi mudah dianalisa.
  2. Accident Model dapat mempermudah identifikasi hazard karena kerangka logiknya lebih jelas.
  3. Accident Model dapat membantu investigasi accident dan membantu cara-cara pengendaliannya.

 

Teori Domino

Teori ini diperkenal oleh W.H. Heinrich pada tahun 1931. Menurut Heinrich, 88% accident disebabkan oleh unsafe act of people (perbuatan/ tindakan tidak aman dari manusia), sedangkan sisanya disebabkan oleh hal-hal yang tidak berkaitan dengan kesalahan manusia. Heinrich menekankan bahwa acciden” lebih banyak disebabkan oleh kekeliruan, kesalahan yang dilakukan oleh manusia. Menurutnya unsafe act dan unsafe condition akan terjadi bila manusia berbuat suatu kekeliruan. Hal ini lebih jauh menurutnya disebabkan karena faktor karakteristik manusia itu sendiri dan lingkungannya yang mempengaruh perkembangan karakteristiknya (ancestry, environment).

Pada gambar dibawah ini terlihat bagaimana batu domino disusun berurutan sesuai dengan faktor-faktor penyebab accident yang dimaksudkan oleh Heinrich. Bila batu pertama atau batu ketiga roboh kekanan maka semua batu dikanannya akan roboh. Dengan kata lain bila terdapat suatu kesalahan manusia, maka akan tercipta unsafe conditon dan unsafe act, dan accindent serta kerugian akan timbul. Heinrich mengatakan rantai batu ini diputus pada batu ketiga maka accident dapat dihindari.

Teori Domino Dari W.H. Heinrich

Konsep dasar pada model ini adalah:

  1. Accident adalah sebagai suatu hasil dari serangkaian kejadian yang berurutan. Accident tidak terjadi dengan sendirinya.
  2. Penyebab-penyebabnya adalah faktor manusia dan faktor fisik.
  3. Accident tergantung kepada lingkungan fisik kerja, dan lingkungan sosial kerja.
  4. Accident terjadi karena kesalahan manusia.

Teori Bird And Loftus

Setelah beberapa dekade kemudian timbullah model yang lebih modern yang dikembangkan dari model dasar yang dibuat oleh Heinrich. Bird dan Loftus mengembangkan model sebagai berikut:

Teori Bird & Loftus

Kunci kejadian masih tetap sama seperti yang dikatakan oleh Heinrich, yaitu adanya unsafe act dan unsafe condition. Bird dan Loftus tidak lagi melihat kesalahan terjadi pada manusia/ pekerja semata, tetapi dia lebih menyorot bagaimana manajemen lebih mengambil peran dalam melakukan pengendalian agar tidak terjadi accident.

 

The Energy Transfer Theory

Konsep ini menjelaskan bahwa accident terjadi karena adanya suatu energy release. Energi yang dimaksud dapat berupa panas, cahaya, listrik, kimia, biologik, psikologik, biomekanik, radiasi, gravitasi, dan lainnya.

Berkaitan dengan energy release maka kita dapat membedakan hal, yaitu: sumber energi,  rute (path), dan penerima (receiver).

Teori ini sangat bermanfaat untuk menentukan penyebab injury, evaluasi hazard bertipe energi dn sebagai metode pengendaliannya.

Pengendalian transfer enerji dicapai dengan berbagai cara sebagi berikut:

  1. Eliminasi sumber energi.
  2. Perubahan terhadap desain, atau perubahan terhadap spesifikasi elemen elemen pada tempat kerja.
  3. Maintenance

Jalur energy transfer dapat dimofikasi dengan cara:

  1. Menutup jalur perjalanan energi.
  2. Membuat
  3. Install
  4. Menempatkan isolator.

Sedangkan penerima (receiver) dapat dibantu dengan cara-cara berikut:

  1. Mengurangi pajanan (exposure).
  2. Menggunakan alat pelindung diri (personal protective equipment).

 

Surrey Model

Model ini fokus kepada proses kognitif, waktu yang dibutuhkan oleh proses otak seseorang untuk merespons suatu bahaya yang sedang ia hadapi. Bila proses dan kemampuan ini memadai serta berlangsung dalam waktu lebih singkat dari waktu yang dibutuhkan terjadinya accident, maka seseorang akan bisa selamat atau menyelamat sesuatu dari bahaya yang mengancam.

Model ini bertitik tolak dari kenyataan bahwa, bila seseorang terlibat kedalam proses terjadinya suatu accident, maka tindakannya untuk menghindari accident akan tercapai bila ia mengetahui adanya bahaya dan mengerti cara mengatasi atau menghindarinya.

Secara skematik modelnya adalah sebagai berikut:

Surrey Model

Teori/ Model Lain Dari “Accident Causation

Masih banyak teori/ model accident yang lainnya. Hal ini akan dijelaskan nanti pada sesi yang lain secara lebih lengkap dan lebih mendalam. Teori-teori tersebut antara lain sebagai berikut:

  1. The Task-Demand Model of Waller and Klein
  2. McDonald Model ART-T or Tree Trunk Model
  3. MORT (Management Oversight and Risk Tree)
  4. Accident Proneness Theory
  5. Multiple Causation Theory
  6. The Pure Chance Theory
  7. The “Symptoms versus Causes” Theory

STRUKTUR ACCIDENTS

Dari berbagai bentuk model diatas, kita sampai pada keyakinan bahwa accident disebabkan oleh beberapa faktor yang dapat dilakukan pencegahan. Hal ini mengisaratkan kepada kita agar dapat mengenali, mempelajari faktor faktor tersebut. Dengan mempelajari faktor faktor tersebut maka root cause (akar penyebab) dari accident dapat diisolasi dan langkah-langkah penting dapat dilakukan untuk mencegah berulangnya accident.

Akar penyebab dari suatu accident dapat di kelompokkan sebagai immediate cause dan contributing cause.

  1. Yang termasuk immediate cause adalah unsafe acts dari manusia dan unsafe working condition.
  2. Sedangkan yang termasuk pada contributing causes adalah faktor-faktor yang berkaitan dengan manajemen, lingkungan, kondisi fisik dan mental pekerja.
  3. Kombinasi dari penyebab penyebab diatas dapat terjadi.

Gambar dibawah in memperlihat struktur accident, immediate cause secara detil, contributing causes, tipe accident, dan keluaran dari accident.

Struktur Accident

Fondasi Dari Major Accident

Melalui suatu studi disimpulkan gambaran sbb:

  1. 00,3 % dari semua accident adalah berupa major injuries
  2. 08,8 % dari semua accident akan berupa minor injuries
  3. 90,9 % dari semua accident adalah berupa near-accident/ near-miss/ no injuries

Fondasi Major Accident

Data diatas bermakna, major injury adalah merupakan puncak yang mencolok mata dari sekumpulan kejedian yang tidak diinginkan. Sebanyak 300 incidents dan 29 accident dengan minor injury adalah potensial untuk dapat menimbulkan major accident. Dalam prakteknya di industri kejadian yang potensial ini (329 kejadian) merupakan penyebab-penyebab terjadinya accident yang perlu penanganan agar suatu ketika tidak kejadian kejadian ini tidak berulang yang dapat mengakibat major injury. Dengan kata lain dapat dikatakan sebagai berikut: apabila terdapat 300 kali kejadian tersandung atau yang sejenis near-miss lainnya di tempat kerja, maka akan ada satu major accident yang menyertainya. Walaupun tampak sepele, tersandung tidak mengakibatkan kerugian, tetapi ini adalah suatu pertanda bahwa kejadian itu berulang-ulang tentu disebabkan oleh suatu atau beberapa sebab yang suatu ketika akan mengakibatkan major accident.

Yang terpenting diingat adalah dengan memperhatikan hanya pada major accident semata, pencegahan accident akan menemukan kegagalan, karena yang penting dilakukan adalah mencari dan mengatasi penyebab kenapa near-miss, near-accident terjadi karena disitulah letaknya pangkal permasalahan accident itu timbul.

Accident pada dasarnya dapat dicegah dengan menerapkan cara-cara pengendalian yang cocok. Lagipula banyak accident dapat diprediksi melalui metode-metode tertentu. Sementara itu akibat dari accident lebih sulit di perkiraan dan diatasi. Hal ini karena banyak faktor yang dapat mempengaruhinya, seperti: kondisi fisik dan mental pekerja yang terkena cedera, berat badan, ukuran badan, material yang menyebabkan cedera, porsi tubuh yang terkena cedera, dan lainnya. Oleh sebab itu, konsentrasi sebaiknya diarahkan kepada pencegahan terjadinya accident, bukan pada akibatnya yaitu cedera.

 

The Bird Accident Ratio Study

Senada dengan studi diatas pada tahun 1969 Frank E. Bird, Jr. melaporkan studi sebagai berikut:

Teori Bird

Kenyataan rasio ini memperkuat kesadaran kita, bahwa adalah suatu kekeliruan bila usaha yang dilakukan semata-mata diarahkan langsung kepada hal-hal/ penyebab-penyebab yang langsung berkaitan dengan 1(satu) atau 10(sepuluh) kejadian menonjol saja, sementara penyebab yang berkaitan dengan 630 kejadian lainnya diabaikan.

BIAYA DARI SUATU ACCIDENT

Hidden Cost

Hidden cost biasanya adalah sebesar 4 kali biaya yang nyata seperti untuk pengobatan major injury. Biaya biaya ini termasuk untuk kompensasi dan klaim atas pertanggung jawaban, pengobatan dan biaya rumah sakit, premi asuransi, dan biaya atas kehilangan waktu kerja.

Faktor faktor yang berkaitan dengan hidden cost adalah:

  1. Biaya atas kehilangan waktu kerja dari pekerja yang terkena accident.
  2. Biaya atas kehilangan waktu kerja dari pekerja lainnya yang berhenti bekerja:
  3. Hilangnya keinginan, simpati.
  4. Solidaritas terhadap pekerja yang terkena

Alasan lain.

  1. Hilangnya waktu kerja foreman, supervisor, eksekutif lainnya karena:
  2. Harus menolong korban.
  3. Accident investigation.
  • Mengatur pengganti korban agar tugas tetap berlanjut.
  1. Rekruitmen, pelatihan baru.
  2. Menyiapkan laporan kecelakan kepada lembaga yang berwenang, menghadiri rapat atau pertemuan pertemuan berkaitan dengan laporan kecelakaan tersebut.
  3. Biaya akibat hilangnya waktu kerja untuk mengurusi urusan rumah sakit, pengobatan.
  4. Biaya atas kerusakan mesin, peralatan, kekayaan lain.
  5. Biaya berkaitan dengan terhambatnya produksi, keterlambatan pengiriman produk pada konsumen, hilangnya bonus.
  6. Biaya akibat harus tetap membayar gaji penuh pada korban walaupun setelah kembali bekerja kinerjanya menurun.
  7. Biaya akibat berkurangnya produktivitas korban setalah kembali bekerja.
  8. Biaya yang berkaitan dengan menurunnya moral pekerja sebagai akibat terjadinya accident.
  9. Overhead cost untuk setiap korban yang bekerja kembali, seperti: listrik, pembelian/ penyewaan barang barang yang diperlukan, dan hal lainnya yang sejenis itu sementara pekerja tersebut sudah kurang produktif.

KESIMPULAN

  1. Teori atau model accident sangat komplek, dan yang diterangkan diatas hanyalah sebagiannya saja sekedar agar bisa menjelaskan bahwa accident dapat dicegah secara sistematik, dan metodologis.
  2. Pemahaman terhadap accident model secara baik sangat membantu meningkatkan cara pencegahan accident.
  3. Accident bukanlah seperti yang dikatakan pepatah kuno, yaitu kutukan dari langit. Accident dapat dijabarkan dan ditangkal secara sistematik, metodologik keilmuan yang cocok untuk itu.
  4. Tidak ada teori yang lebih baik dari yang lainnya. Masing-masing teori mempunyai sudut pandang yang berbeda. Pengetahuan dan pemahaman yang baik pada semua teori akan memberikan wawasan yang lengkap kepada kita yang berkonsentrasi terhadap segala aspek accident atau safety.

 

Salam Safety

oleh Chandra Satria dan Rio BPS

www.improvementqhse.com

mau training terkait pemahaman K3 spt Risk Assessment, Investigasi Kecelakaan, Working at Height dll, silahkan kontak kami di 0877-178-1334 atau email di improvementqhse@gmail.com