TIDAK PERLU SUSAH-SUSAH MENCARI PENYEBAB DALAM PEMBUATAN AIAG &VDA FMEA

Saat membuat FMEA versi AIAG-VDA, kami menyimpulan bahwa yang sangat diperlukan untuk membuat FMEA adalah pekerja-pekerja yang memahami tahapan proses dan atau memahami penggunaan produk serta bisa mengubah inputan produk atau proses menjadi rencana perbaikan. Maksudnya inputan itu adalah informasi fungsi dan persyaratan serta kendala-kendalanya. Tahapan proses/pemahaman detail produk diperlukan ketika melakukan ANALISA STRUKTUR, dan inputan produk dan proses plus kendala  dibutuhkan saat melakukan Analisa FUNGSI.  Jadi Kompetensi team itu harus kuat di untuk melakukan ANALISA STRUKTUR dan Analisa FUNGSI.

Di FMEA sebelumnya kami rasa agak berbeda, karena penekanan FMEA nya sangat kuat pada Analisa kegagalannya (ANALISA FAILURE), padahal kalau yang dianalisa kurang pas hubungannya dengan fungsi produk / proses maka perbaikannya pasti KURANG EFEKTIF, ya karena melakukan Analisa di suatu proses atau produk perlu mengetahui SCOPE SISTEM dan FUNGSI SISTEM dan TURUNANNYA PROSES ATAU KOMPONENNYA.

Pemahaman SCOPE dan FUNGSI, sebenarnya tidak hanya ditekankan pada saat ANALISA STRUKTUR DAN ANALISA FUNGSI saja, bahkan dilakukan di awal tahapan pembuatan AIAG &VDA FMEA, yaitu  tahapan PLANNING DAN PREPARASI, penekanan tahapan ini adalah menangkap keinginan pelanggan, menangkap fungsi dan persyaratan produk atau mengidentifikasi fungsi proses sesungguhnya.  Untuk internal di kami, pada tahapan PLANNING dan PREPARASI ini, kami coba membuat tabel pertanyaan spesifiknya, nah silahkan info kami di WA 08777-178-1334 untuk mendapatkannya. Tahapan PLANNING dan PREPARASI ini harus dilalui dulu, intinya siap di awal sebelum menganalisa SCOPE DAN FUNSI. Ketika sudah tahu detail tentu akan tahu siapa yang nantinya diperlukan, untuk menganalisa atau terlibat dalam membuat FMEAnya.

Saat berdiskusi mengenai AIAG &VDA FMEA ini, salah satu dari konsultan kami bertanya apakah versi FMEA sebelumnya dulu menekankan hal PLANNING dan PREPARASI juga? Kami menyutujui bahwa tuntutan matang di awal kurang pada FMEA sebelumnya, Khususnya pada Analisa Scope dan fungsi. Memang ada isian persyaratan fungsi, tetapi tidak ada tuntunan bagaimana cara mendapatkan fungsi produk/proses dengan tepat dan benar.

AIAG & VDA FMEA bisa cepat dipahami bila kita praktekkan. Coba saja selesaikan satu baris isian format AIAG & VDA FMEA proses dengan  benar, baik itu FMEA Desain komponen atau Proses, ketika selesai FMEAnya, maka pada akhirnya ada kesimpulan secara jelas hubungan Analisa FAILURE nya. Maksudnya penyebab kegagalannya secara tidak langsung terungkap secara gamblang, ya hal itu karena kegagalan sebenarnya cukup dilihat dari hasil ANALISA FUNGSI.  ANALISA FUNGSI yang baik rupanya dapat dilihat dari ruang lingkup Analisa yang tepat, Analisa lingkup itu sama dengan ANALISA STRUKTUR. Lalu bagaimana dengan ANALISA RESIKOnya? ANALISA RESIKO itu hanya menghitung nilai severity, Occurance dan mengidentifikasi dan menentukan bentuk Kontrol Deteksi dan Kontrol Deteksi, Control Prevention dan Detectionpun cukup melihat pada Failure Mode dan Failure Cost (ANALISA KEGAGALAN) yang diarahkan mulai dari ANALISA STRUKTUR dan ANALISA FUNGSI tadi. Jadi Analisa penyebab dengan menduga-duga (tanpa bukti) tidak dibutuhkan lagi, cukup ikuti perintah matang dari awal.

Dari kondisi di atas kita bisa mereview PROSES ATAU DESAIAN dengan metoda AIAG & VDA FMEA cukup dengan syarat-syarat pekerja yang:

  • Memahami Proses dan Produk
  • Mengetahui referensi produk/proses
  • Mau mengungkapkan kendala
  • Mau melakukan perubahan (punya sikap ngotot dan selalu berbicara berdasarkan aturan/reference)
  • Satu lagi nih, saat membuat AIAG & VDA FMEA, menurut kami tidak perlulah MODERATOR yang super pintar menganalisa, karena tahapan pembuatan AIAG & VDA FMEA kan sudah sangat terasa dituntun dari awal untuk menghasilkan penyebab KEGAGALAN (ANALISA FAILURE). Tidak percaya? Coba deh!!

 

Nah, yuk kita mulai perubahan melalui AIAG & VDA FMEA

 

Salam

www.improvementqhse.com