MEMBUAT STUDI MSA MENJADI DASAR KUAT IMPROVEMENT

MEMBUAT STUDI MSA MENJADI DASAR KUAT IMPROVEMENT

Dari beberapa kegiatan improvement yang kami koordinir di client, studi MSA bisa dapat diandalkan untuk dasar ide improvement, cara singkatnya kita perlu fokus mengamati pola-pola variasi produk dan proses yang merupakan effect Selengkapnya »

ERROR PROVING DI IATF 16949

ERROR PROVING DI IATF 16949

ERROR PROVING /POKAYOKE diatur di pasal IATF 16949 pasal 10.2.4, ERROR PROVING digunakan untuk menjamin kalau kesalahan bisa terdeteksi, Kemudian kesalahan ini tentu dicari penyebab dan kemudian diperbaiki sebelum menjadi defect (NG). Selengkapnya »

JENIS CYBER ATTACK

JENIS CYBER ATTACK

Penekanannya penerapan Risk Analisis HARUS juga ke arah Ancama Cyber-Attack, pemakaian teknologi IT yang semakin luas di pekerjaan, berpotensi memberikan kendala stop line/stop supplai bila terjadi gangguan. Jadi identifikasi dulu ancaman  itu, Selengkapnya »

POTENSIAL DAN ACTUAL FIELD FAILURE

POTENSIAL DAN ACTUAL FIELD FAILURE

APAKAH FIELD FAILURE FIELD FAILURE dalam arti luas adalah kegagalan produk saat digunakan oleh pelanggan, atau pengguna akhir. Identifikasi potensi FIELD FAILURE merupakan parameter-parameter potensial di proses dimana produk bisa gagal berfungsi Selengkapnya »

TEMPORARY CHANGE DI IATF 16949

TEMPORARY CHANGE DI IATF 16949

Maksud dari TEMPORARY CHANGE/ ALTERNATE METHOD ini sama dengan perubahan sementara. Alternate Change ini biasa dilakukan di pelaksanaan test/uji, adanya pemakaian error-proving di suatu proses. Misalkan, ada alat chek error-proving yang  rusak, Selengkapnya »

ATURAN LABOLATORIUM EXTERNAL DI IATF 16949

ATURAN LABOLATORIUM EXTERNAL DI IATF 16949

Pembahasan tulisan ini terkait Perubahan yang ada di pasal Labolatorium Eksternal (SI 7.1.5.3.2), perubahan itu menghilangkan pernyataan approval pelanggan untuk Labolatorium External. Artinya assessment Labolatorium External bisa tidak diperlukan lagi dan bahkan Selengkapnya »

MEMPUNYAI CONTINGENCY PLAN PANDEMI ITU DIPERSYARATKAN IATF 16949

MEMPUNYAI CONTINGENCY PLAN PANDEMI ITU DIPERSYARATKAN IATF 16949

Pandemi semoga jadi Endemi, walau ada lagi Virus Omicron BA 4 dan BA-5. Sebelumnya ada kabar juga dari WHO mengenai penyakit Liver yang belum ada vaksinasinya.  Berbicara Pandemi, juga dibahas di pasal Selengkapnya »

DEVELOPMENT SUPPLIER DI SISTEM IATF 16949

DEVELOPMENT SUPPLIER DI SISTEM IATF 16949

Dalam pabrik dengan sistem IATF 16949, dipersyaratkan sistem Manajemen Suppliernya  bukan lagi dalam bentuk pemenuhan ISO 9001, tetapi diharuskan minimum tersertifikasi ISO 9001 (yang disertifikasi pihak ke-3), ketentuan ini bisa dikecualikan asal Selengkapnya »

TIPS PENANGANAN PRODUK PASS THROUGH

TIPS PENANGANAN PRODUK PASS THROUGH

Part yang dibuat perusahaan kami itu nantinya dikirim lagi oleh customer-langsung kami ke perusahaan yang merupakan Tier-1 OEM terbesar. Selama ini Customer-Langsung kami kami tidak melakukan apa pun dengan komponen itu; mereka Selengkapnya »

ALASAN MENDASAR KENAPA AUDIT INTERNAL HARUS DILAKUKAN!

ALASAN MENDASAR KENAPA AUDIT INTERNAL HARUS DILAKUKAN!

Internal Audit dalam sistem manajemen apapun dinyatakan dengan kata SHALL, ya maksudnya HARUS. Alasan di belakang itu karena Internal audit merupakan media yang efektif untuk memberikan arahan ke manajemen untuk bertindak dan Selengkapnya »

 

TIPS SEHINGGA SEMAKIN MUDAH MENGANALISA DENGAN AIAG & VDA FMEA

Kami yakini judul diatas – SEMAKIN MUDAH MENGANALISA DENGAN AIAG & VDA FMEA- akan terjadi karena ada tahapan yang harus disepakati saat awal ketika membuat AIAG & VDA FMEA dan 6 tahapan berikutnya harus dilalui dan mempunyai konsep dan nilai tujuan yang mengarah jelas ke fungsi FMEA. Tujuh tahapan itu al:
1. Rencana dan Persiapan
2. Analisis Stuktur  analisis ruang lingkup
3. Analisa Fungsi  Visualisasi Fungsi Produk / Proses
4. Analisa Kegagalan
5. Analisa Risk
6. Dokumentasi

Kami coba share apa yang kami dapat di tiap tahapan dari proyek-proyek yang sudah kami lakukan. Dan sebenarnya 7 tahapan ini sudah jelas tujuan dan maksudnya seperti tertulis di buku manual, tapi kami coba menyajikan dari sisi praktis yang kami sudah lakukan:
1. RENCANA DAN PERSIAPAN, langkah ini mengidentifikasi apa saja yang kita perlu pertimbangkan sebelum membuat FMEA, ya tahapan ini menjadi inputan AIAG &VDA FMEA yang akan dibuat, mulai dari peraturan, perundangan, permintaan khusus, masalah sebelumnya di produk atau di proses, sampai dengan kaitannya dengan risiko atau aspek lingkungan. Saran kami buatkan saja standar tablenya yang berisi point-point yang perlu diidentifikasi sebelum membuat AIAG &VDA FMEA. Nah dari table ini secara mudah teridentifikasi perhatian-perhatian yang perlu dikaji di FMEA dan juga keperluan team-teamnya.

2. ANALISA STRUKTUR, tahapan Analisa Struktur ini menjadi acuan proses atau produk yang akan dibahas, menentukan ruang lingkup FMEAnya dan analisa struktur ini yang membedakan secara jelas antara Desain dan Proses FMEA. Desain AIAG &VDA FMEA membreakdown Ruang Lingkup FMEA menjadi sistem, subsistem dan part komponen, sedangkan Proses AIAG &VDA FMEA mengidentifikasi dan breakdown Sistem Manufaktur menjadi Proses, Sub-Proses dan Work Elemen. Ingat di tahapan ini sebenarnya menginginkan kita memahami produk bahkan posisinya di kendaraan ya. Saran kami untuk tahapan ini sertakan rekan rekan yang paham proses atau produk. Intinya mereka harus bisa melihat posisi produk yang kita buat di kendaraan atau detail proses yang dilalui produk.
Informasi penting di tahap ini adalah kegagalan produk terbanyak bukan pada individu komponen tetapi ketika ada penyatuan / assy. Analisa saat produk terassy ini harus diketahui. Bahkan tidak boleh menganalisa Proses FMEA tanpa mengetahui DFMEA nya. Saran yang kedua untuk tahapan ini harus diketahui Desain AIAG &VDA FMEA terlebih dahulu sebelum membuat Proses- AIAG &VDA FMEA

3. ANALISA FUNGSI, tahapan ini acuannya dari Analisa Strukture. Jadi fungsi yang kita Analisa hanya sebatas dari struktur sistem proses (PFMEA) dan Struktur Produk (DFMEA) yang kita tentukan. Ingat fungsinya tidak berjalan itu bisa sebagian, seluruhnya fungsi itu tidak berjalan, termasuk inkonsisten atau berkurang nilai fungsinya. Nah bagian ini menginginkan kita tahu fungsi produk atau proses dan persyaratan/regulasi/spesifikasinya. Sebaiknya ini dicantumkan detail. Misalkan fungsi tape yang melekat di produk berguna sebagai perekat dengan tuntutan jenis Material tape dan jenis material perekat, dimensi tape, posisi tape dll terkait persyaratan tape.
Saran kami untuk tahap ini: pastikan sumber persyaratan lengkap terlebih dahulu sebelum melakukan Analisa Fungsi

4. ANALISA KEGAGALAN, Analisa kegagalan dilakukan sesuai dengan Analisa fungsi yang kita nyatakan, maksudnya cukup membuat negasi /kegagalan dari Analisa fungsi yang kita nyatakan sebelumnya. Nah Menariknya kita tidak usah memikirkan apakah ini Mode, Effect atau Cause Kegagalan, karena kalau kita ikuti sesuai Analisa struktur dan Analisa fungsi maka secara otomatis kita mendapatkan mode, effect dan cause. Saran kami untuk tahap ini pahami detail kegagalan yang berpotensi terjadi (gagal bisa karena gagal total, tidak berfungsi beberapa persen saja , berpungsi setengah , berkurang kemampuannya, inkonsisten)

5. ANALISA RISIKO, ini sama dengan FMEA sebelumnya, bedanya table Severity (S), Occurance (O) dan Deteksi (D) saja, dan ada penambahan Action Priority (AP). Jadi dari nilai SOD menghasilkan AP. Nilai AP secara kualitatif akan memberikan nilai High, Medium dan Low. Nilai AP High dimintai tindakan. Dianalisa resiko ini harus dipahami juga pengertian Preventive dan Detection (sama dengan konsep sebelummnya)
Saran kami untuk tahap ini, pahami persyaratan, test dan jenis-jenis pengujian produk atau proses produksinya, coba jangan lihat kegiatan yang sudah ada, gunakan referensi seperti JIS, ASTM terkait test dan penentuan standard

6. OPTIMASI, nah tahapan ini juga sama dengan FMEA sebelumnya. Jadi ada review dari Action-action yang dilakukan dan direview nilai SOD nya.
Saran kami untuk tahap ini adalah pilih team pembuat AIAG &VDA FMEA yang memiliki leadership dan kemauan belajar yang tinggi

7. DOKUMENTASI, sebenarnya tahap ini kurang cocok dengan dinamai Dokumentasi karena tahapan ini menginginkan adanya share FMEA ke manajemen dan pekerja, Analisa FMEA apakah memberikan mamfaat menurunkan masalah, komitmen mereview ulang. Saran kami untuk tahap ini jangan menyenangkan atasan tetapi senangkan produk/proses yang kita bahas, catat dan infokan semua kendala dan risiko yang akan diterima perusahaan bila didiamkan. Ingat pembuat AIAG &VDA FMEA itu pasti mempunyai kemampuan Analisa yang kuat, kita pakai kemampuan kita dengan menyenangkan manajemen dengan mengatakan kondisi proses/produk apa adanya serta tetap ngotot untuk melakukan strategi perbaikan.

Tujuh tahapan ini intinya menginginkan AIAG &VDA FMEA baik Desain dan Proses bukan dilihat dari formatnya saja yang berbeda tetapi prinsip tiap tahapan serta mamfaat AIAG &VDA FMEA apakah berkontribusi?
Salam FMEA
www.improvementqhse.com

Open chat
Need Help?
hello, ada yang bisa kami bantu?

oh ya bapak/ibu, kami ada layanan Improvement di Proses, namanya Free Assessment Proses, dilakukan 1-2 hari, cukup dengan mengganti akomodasi Konsultannya saja, tertarik?
1.738 views