TRIK DAN SARAN AGAR TRAINING CORETOOL EFEKTIF

Training Coretool HARUS bersifat MISSION COMPLETED, maksudnya selesai dulu tugas-tugas training sebelumnya sebelum training berikutnya, karena dalam pelaksanaan Coretool itu sifatnya juga bertahap, jadi pahami dengan baik melalui implementasi CORETOOL itu di line semua produksi kita sendiri. Khususnya terkait FMEA, CONTROL PLAN, SPC dan MSA. FMEA harus dilakukan terlebih dahulu baru kemudian diikuti CONTROL PLAN, pengertian DILAKUKAN TERLEBIH DAHULU adalah Analisa FMEA sudah harus selesai sebelum CONTROL PLAN ditrainingkan, ya minimal proses utama produksi menjadi target penyelesaian FMEA dan CONTROL PLAN saat training.

Training FMEA lalu CONTROL PLAN targetnya adalah selesai pada pembuatan di all proses, jadi untuk lanjut ke training SPC HARUS selesai dulu FMEA dan CONTROL PLANNYA secara all proses di pabrik kita, bahkan kami mengartikan selesai 1 training  misalkan FMEA, berarti semua ketentuan FMEA sudah harus ada dan dijalankan, bila ya, maka masuk training berikutnya.  Ingat FMEA harus di awal, hal ini karena perintah pelaksanaan parameter/ ketentuan apa saja yang diSPC dan MSAkan bersumber dari CONTROL PLAN /FMEA.

SPC DULU ATAU MSA DULU YANG DITRAININGKAN? Baiknya SPC dulu, walaupun dalam tahapan analisa atau kegiatan kerja , studi MSA dulu dilakukan baru kemudian studi SPC. Hal ini karena MSA untuk memastikan sistem pengukuran sudah sesuai, sedangkan studi SPC memastikan KESTABILAN dan KEMAMPUAN proses saat menghasilkan produk. Studi SPC dilakukan dengan pengukuran baik produk dan atau parameter proses. Jadi ngukur dulu baru kita dapatkan data KESTABILAN DAN KEMAMPUAN, jadi studi MSA terlebih dahulu dilakukan baru kemudian studi SPC.

Tetapi kenapa dalam training SPC dulu diberikan? hal ini karena di training SPC diajarkan konsep-konsep seperti: variasi, sampling (ambil data), data normal dan tidak normal, yang nantinya konsep-konsep itu harus dipahami dan hitung di MSA. Intinya MSA akan mudah dipahami karena SPC diberikan terlebih dahulu.

BAGAIMANA WAKTU TRAINING CORETOOL YANG SESUAI. Jeda antar training biasanya 2 minggu sampai dengan 1 bulan, saran dari kami untuk training kesemua CORETOOL baiknya dilakukan dalam waktu min 3 bulan (dengan catatan tugas training sebelumnya sudah dilakukan. Jadi kalau diurutkan seperti ini:

  1. Training FMEA dan CONTROL PLAN (2 hari)
  2. Tugas penyelesaian FMEA dan CONTROL PLAN (maksimal 1 bulan)
  3. Training SPC (2 hari)
  4. Tugas penyelesaian SPC (maksimal 1 bulan)
  5. Training MSA (2 hari)
  6. Tugas dan Penyelesaian MSA (maksimal 1 bulan)
  7. Training APQP dan PPAP (training ini akan sangat mudah apabila training sebelumnya sudah dilakukan secara completed)

Prinsip pelaksanaan training di atas sudah kami lakukan dari dulu, berhasil kah? Lebih banyak yang berhasil, tantangan selama ini adalah keinginan-keinginan instan agar project sistem IATF 16949 selesai dan juga sifat leadership dari coordinator pelaksana. Keinginan mulia dari Coretool adalah pemahaman harus didapat melalui implementasi, lalu HARUS dibuktikan melalui nilai (cost down).

Lalu bagaimana dengan training Pemahaman Persyaratan IATF 16949? Ingat karena isi persyaratan IATF 16949 dominan adalah CORETOOL, yang kata banyak pihak cukup susah untuk dipahami, maka training persyaratan IATF 16949 juga baiknya dilakukan setelah seluruh training di atas sudah dilakukan secara completed, yakinlah selama CORETOOL training dilakukan dengan prinsip MISSION COMPLETED maka pendapat susah dipahami itu akan hilang.

Silahkan rekan-rekan baca beberapa tulisan coretool yang intinya menekankan mamfaat studi CORETOOL di tempat kerja:

Ada ratusan artikel yang terkait CORETOOL di website ini, semoga bisa membantu memberikan masukan implementasi CORETOOL 16949 di perusahaan rekan-rekan ya

Bagi rekan-rekan yang perusahaannya ingin training CORETOOL dengan tujuan menganalisa keseluruhan proses melalui tool FMEA, SPC dan MSA silahkan kontak kami di 08777-178-1334 (mrs Nova) atau email di sales@improvementqhse.com / improvementqhse@gmail.com

Salam

www.improvementqhse.com