TURTLE APPROACH UNTUK MENGOPTIMALKAN HASIL AUDIT INTERNAL

TURTLE APPROACH

Istilah turtle approach sebagai cara audit di IATF 16949 mempunyai prinsip , tanya semua pasal terkait IATF 16949 di satu proses bila memungkinkan, jangan hanya tanya esensi proses tersebut, karena hampir banyak kendala di esensi proses berada di hal lain, malah yang sepertinya kurang berkaitan.  Ya hampir sama dengan konsep ice berg, satu kelihatan tetapi sebenarnya banyak yang tidak terlihat dan itu jadi penyebab-penyebab, penyebab itu bersinergi dan menggagalkan fungsi/esensi proses itu.

Secara praktiknya seperti ini:

  • Audit HRD, dalam IATF 16949 penekanan HRD ada beberapa hal: training, rekruitmen, Kompetensi, welfare dll, silahkan tambahkan lagi. Ketika kita mengaudit training, yang bertujuan pelaksanaan dan evaluasi training efektif (misalkan),cobalah menggali hal lain dari permasalah kendala dari tujuan itu, misalkan tanya:
    • Infrastruktur internal/external, dana/anggaran waktu dll (with what) [Pasal infrastruktur, Komitmen terhadap anggaran]
    • Komitmen atasan atau manajemen, penanggungjawab/wewenang bila gagal training (with who) [pasal komiten, job des]
    • Sistem persuasive training (bagaimana proses mengajukan training, perlu mengkaji kebutuhan kongkrit dan mamfaat yang jelas, mulai dari buat TNA dan tujuan kongkrit), sistem pelaporan training (jangan hanya sudah training dan selesai, seharusnya ada presentasi terbuka dengan memaparkan hasil) (input / with who) [pasal Korektif action (Analisa data)]
    • Dst

Point-point pertanyaan yang kita kembangkan ini sama dengan konsep pasal-pasal dalam persyaratan bukan?

Dengan menggali dari tujuan yang terkendala dengan pertanyaan dari point-point seperti yang ada di turtle approach, pasti pelaksanaan audit internal akan banyak menggali kelemahan-kelemahan sistem yang sangat terkait dengan tujuan/esensi proses.

Coba saja..!

Resume Diskusi