LAYANAN REVIEW IMPLEMENTASI CORETOOLS IATF 16949 (ONLINE /ONSITE)

LAYANAN REVIEW IMPLEMENTASI CORETOOLS IATF 16949 (ONLINE /ONSITE)

Bagi perusahaan yang ingin memastikan keefektifan implmentasi Coretoolnya, silahkan mengikuti program REVIEW IMPLEMENTASI CORETOOLS IATF 16949. Program ini: Ditujukan Bagi perusahaan yang sudah mengimplementasikan Coretools IATF 16949 (APQP,PPAP, FMEA +Control Plan, SPC, Selengkapnya »

YANG DILAKUKAN PERUSAHAAN TERKAIT REVISI KEDUA IATF GLOBAL WAIVERS AND MEASURES IN RESPONSE TO THE CORONAVIRUS PANDEMIC (COVID-19)

YANG DILAKUKAN PERUSAHAAN TERKAIT REVISI KEDUA IATF GLOBAL WAIVERS AND MEASURES IN RESPONSE TO THE CORONAVIRUS PANDEMIC (COVID-19)

MAKSUD PERUBAHAN Dikarenakan wabah Covid-19 ini, IATF 16949 meninjau dampaknya pada skema sertifikasi IATF 16949 dengan prioritas utama adanya Keselamatan dan Kesejahteraan bagi semua orang yang terlibat dalam Skema Sertifikasi IATF 16949. Selengkapnya »

TIDAK ADA KONTROL ITU YA KORUP  MENURUT IATF 16949  PASAL 5.1.1.2 dan PASAL 5.1.13

TIDAK ADA KONTROL ITU YA KORUP  MENURUT IATF 16949  PASAL 5.1.1.2 dan PASAL 5.1.13

Setiap pekerjaan kalau tidak dikontrol maka akan timbul deviasi, didiamkan dalam waktu yang lama maka deviasi akan membesar dan susah dikembalikan ke semula alias corrupt. Deviasi yang didiamkan itu bisa terjadi karena Selengkapnya »

PERENCANAAN PROGRAM PEMBUATAN AIAG-VDA FMEA

PERENCANAAN PROGRAM PEMBUATAN AIAG-VDA FMEA

Ada beberapa indikasi penyebab  yang mengakibatkan FMEA tidak begitu memberikan masukan bagi perusahaan, Indikasi itu antara lain karena: Kurang paham proses yang dianalisa Adanya shortcut action dalam mengantisipasi masalah yang diidentifikasi Data Selengkapnya »

PUBLIK TRAINING IMPROVEMENTQHSE

PUBLIK TRAINING IMPROVEMENTQHSE

Dear all Client berikut Publik Training www.improvementqhse kita, semoga ini bisa memberikan kontribusi.  Sifat Training memperdalam konsep dan praktik materi. Keuntungan peserta training: Mendapatkan sertifikat sesuai materi Masuk ke Group IATF 16949 INDONESIA Selengkapnya »

BELI MANUAL BOOK TERKAIT IATF 16949

BELI MANUAL BOOK TERKAIT IATF 16949

BELI MANUAL BOOK TERKAIT IATF 16949 Dear client, kami menyediakan beberapa manual terkait sistem IATF 16949, sebenarnya buku/manual ini bisa langsung dibeli di aiag.org, tetapi agar tidak merepotkan aktifitas bapak/ibu dan PASTI Selengkapnya »

KOMPETENSI AUDITOR DI PERUSAHAAN SISTEM IATF 16949

KOMPETENSI AUDITOR DI PERUSAHAAN SISTEM IATF 16949

Kenapa Internal auditor sangat penting? Ya karena Audit merupakan media sangat efektif untuk memberikan arahan manajemen untuk bertindak. Audit akan mereview kesesuaian pekerjaan yang sudah diatur, apakah efektif? Bila ada proses yang Selengkapnya »

SALAH KALAU AUDIT PRODUK CHEKLISTNYA DARI CONTROL PLAN SAJA

SALAH KALAU AUDIT PRODUK CHEKLISTNYA DARI CONTROL PLAN SAJA

Beberapa kali kami temui di implementasi IATF 16949 bahwa cheksheet Audit Produk diambil dari Control Plan /PQCS saja, apakah benar demikian? SEBAIKNYA TIDAK! Ya hal ini karena control plan/PQCS belum sepenuhnya menggambarkan Selengkapnya »

FMEA, CONTROL PLAN (PQCS), RECORD DAN ANTI ERROR

FMEA, CONTROL PLAN (PQCS), RECORD DAN ANTI ERROR

Apa hubungan: FMEA, Control Plan (PQCS), Record dan Anti Error/pokayoke? Jawabannya mudah harus saling berhubungan (link), sangat mudah untuk membuat ada kaitannya, tetapi yang susah adalah menerapkannya, sama saja dengan mengatakan gampang Selengkapnya »

ADA MASALAH,  SIAPA SIH YANG MEMPERBAIKI?

ADA MASALAH, SIAPA SIH YANG MEMPERBAIKI?

Penyelesaian masalah merupakan salah satu inputan perbaikan sistem, saya menilai bahwa masalah adalah inputan yang paling bagus untuk memperbaiki sistem kerja. Ada pepatah mengatakan, Pengalaman adalah Guru yang Paling Baik, ya baik Selengkapnya »

 

PEMBUAT FMEA SERING MELAKUKAN INI (TDK BOLEH)

Training FMEA AIAG-VDA yang kami ikuti langsung dari AIAG tidak memberikan kami banyak masukan teknik pembuatannya, ya KAMI SUDAH TAHU FMEA EDISI 4! (bangga rasanya?). Training FMEA AIAG-VDA sampai dengan  materi pertengahan tidak memberikan kami hal yang baru secara teknik, tetapi yang kami banyak dapat adalah MINDSET POSITIVE dari FMEA (risk assessment), dan itu terus terang sangat mengganggu pikiran kami.

Nah mau tahu? Beberapa  hal yang mengganggu pikiran kami? Mengenai APA YANG SERING DILAKUKAN OLEH YANG MEMBUAT FMEA (TDK BOLEH):

  1. MEMPUNYAI PRIORITAS ATAU KRETERIA YANG SALAH sehingga menyebabkan risk yang tidak tepat yang jadi prioritas. Fokus ke RPN kecil (misalkan di bawah 100), lalu mengasumsikan severity yg tinggi (high risk) tidak bakal terjadi. Padahal FMEA itu assessment Risiko, ketika belajar awalnya harus berpikir seolah-olah semua event itu terjadi, ya bahkan event dengan risiko tinggi.
  2. OCCURANCE BANYAK PAKAI ASUMSI, apalagi dengan metoda baru lalu dengan asumi bahwa defect produk ada yang lolos ke ujung proses atau ke customer adalah hal yang tidak mungkin!. Biasanya pekerja-pekerja seperti ini tidak mau repot untuk membuat pengamatan, ya ada yang mengatakan penelitian di Indonesia banyak yang tidak berguna (diaplikasikan), lebih banyak teori. Masih mending teori sebenarnya, yang parah memakai asumsi-asumsi yang tidak berdasar.
  3. TINDAKAN TERHADAP RISIKO BUKAN POKAYOKE, dominan bikin intruksi kerja atau kasih training. Padahal kalau sudah jadi intruksi kerja, dibacapun jarang, dan perlu diingat training itu hal yang paling dasar dalam tahap memberikan perubahan.
  4. DEFECT PRODUKNYA BELUM DIPAHAMI, belum diidentifikasi detail, sama dengan mau perang tidak kenal musuhnya. Seolah-olah gagah penampilannya dengan senjata (baca dengan kompetensi yang baik), tetapi sayangnya tidak kenal defectnya. Akhirnya tindakan-tindakan improvement kita malah membuat kita tidak berdaya, defectnya tidak turun-turun padahal kita sudah extra-keras bertindak.
  5. BINGUNG DENGAN ISTILAH DETECTION DAN PREVENTION. Nah ini sangat banyak terjadi. FMEA mengajarkan dua bentuk kontrol: detection dan prevention. Kalau salah satu itu tidak ada, artinya masih ada yang pincang bentuk kontrolnya. Nah tidak memahami konsep detection dan deteksi bisa menganggap kontrol detection dan prevention sudah dilakukan, padahal hanya detection saja atau prevention saja.
  6. RISK KRITIKAL MASIH ADA SAJA, baik itu berbentuk defectnya, kontrolnya yang belum POKAYOKE, belum dipahami dll. Berpikir target FMEA itu ya ada FMEAnya saja, lalu kalau diaudit customer atau badan sertifikasi akan aman, tujuan FMEA belum dilihat dari Risikonya berkurang atau hilang.
  7. Dst

 

Kalau digali masih ada lagi beberapa point lagi, tetapi intinya dalam membuat FMEA harus  dipastikan mindset kita sudah sama, ya mengurangi risk. Membuat FMEA di perusahaan, sebenarnya lebih banyak merubah pola pikir kita sendiri dan itulah keuntungan yang terbesar dari bekerja, bukan hanya GAJInya saja.

Salam

www.improvementqhse.com

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

581 views