LIBURAN PANJANG, BAGAIMANA TINDAKAN VERIFICATION AFTER SHUTDOWN MESIN KITA?

LIBURAN PANJANG, BAGAIMANA TINDAKAN VERIFICATION AFTER SHUTDOWN MESIN KITA?

Libur Panjang seperti ini, mesin di pabrik kita biasanya berhenti bukan? Lalu bagaimana ketika mesin-mesin kembali dioperasikan? Sistem IATF 16949 di pasal 8.5.1.4 mengharuskan Tindakan VERIFICATION AFTER SHUTDOWN itu dilakukan, perusahaan diminta Selengkapnya »

12 HAL YANG HARUS DIPERHATIKAN AGAR DI STAGE-1 SERTIFIKASI SISTEM IATF 16949NYA LULUS

12 HAL YANG HARUS DIPERHATIKAN AGAR DI STAGE-1 SERTIFIKASI SISTEM IATF 16949NYA LULUS

Agar lulus Stage-1 dan cepat ke stage-2 SERTIFIKASI sistem IATF 16949, cukup review dan pastikan ketentuan di AUTOMOTIVE CERITIFICATION SCHEME FOR IATF 16949 di penuhi, saat ini sudah revisi ke-5 loh! dan Selengkapnya »

YANG DI-SPC-KAN JANGAN HANYA YANG SPECIAL CHARACTERISTIC SAJA (Sharing Update CSR RENAULT)

YANG DI-SPC-KAN JANGAN HANYA YANG SPECIAL CHARACTERISTIC SAJA (Sharing Update CSR RENAULT)

ini tulisan dari client yang mendapatkan CSR baru Renault. Berdasarkan udate CSR Renault dari https://www.iatfglobaloversight.org/wp/wp-content/uploads/2021/01/Groupe-Renault_CSR-V2020.pdf . Ada beberapa hal yang belum ditentukan dalam sistem yang diterapkan di perusahaan kami, seperti di table Selengkapnya »

LAYERED PROCESS AUDITS (LPA)

LAYERED PROCESS AUDITS (LPA)

Layered Process Audit (LPA), adalah proses yang menjamin adanya kesesuaian prosedur kerja dan pelaksanaan, memang hampir sama dengan audit-audit internal yang dilakukan, tetapi sebenarnya sifatnya bukannya mengaudit, melainkan memverifikasi. Memverifikasi artinya memastikan Selengkapnya »

PAHAMI UJI t MAKA PASTI PAHAM STUDI BIAS

PAHAMI UJI t MAKA PASTI PAHAM STUDI BIAS

Untuk memahami pelaksanaan Studi Bias ini kita perlu memahami statistik mengenai Uji t. Uji t adalah uji yang digunakan untuk pengujian Hipotesa dari suatu nilai kelompok data atau pengujian hipotesa dua kelompok Selengkapnya »

TIDAK HANYA CUKUP DARI MANUAL IATF 16949 AGAR BISA LULUS SERTIFIKASI SISTEM IATF 16949

TIDAK HANYA CUKUP DARI MANUAL IATF 16949 AGAR BISA LULUS SERTIFIKASI SISTEM IATF 16949

Ketika istilah mutu mulai berubah dengan penekanan  persyaratan produk (bukan hanya  fisik produknya saja), maka kami melihat bahwa berpikir integrasi itu sangat perlu, ya karena definisi produk berkualitas dilihat dari semua aspek. Selengkapnya »

TEMUAN AUDIT IATF 16949 YANG SERING SAAT AUDIT

TEMUAN AUDIT IATF 16949 YANG SERING SAAT AUDIT

Berikut adalah temuan-temuan IATF 16949 dan ISO/TS 16949 oleh badan sertifikasi yang kami rekap di beberapa client kami (lebih dari 40 perusahaan), min 5 jenis temuan yang sama terjadi maka kami masukkan Selengkapnya »

IATF AUDITOR GUIDANCE FOR IATF 16949

IATF AUDITOR GUIDANCE FOR IATF 16949

Apakah Tujuan dari Manual IATF AUDITOR GUIDANCE FOR IATF 16949 ini: Sebenarnya apa yang diminta auditor melalui pelaksanaan audit Badan Sertifikasi IATF 16949 di perusahaan kita, salah satu guidancenya adalah tuntutan dari Selengkapnya »

LAYANAN KAMI

LAYANAN KAMI

PT. Rimar Solusi Tangguh Konsultan Improvement dan sistem MK3L Jl Arjuna Blok B No 29, Galaksi 17147 0813 8438-0326 / 08777-178-1334 www.improvementqhse.com binapuraconsulting@gmail.com Improvementqhse@gmail.com Group WA: IATF-16949 Indonesia LAYANAN Improvement Program at Selengkapnya »

LIST MANUAL SPECIAL PROSES

LIST MANUAL SPECIAL PROSES

Manual ini sangat bermamfaat secara teknis untuk meningkatkan performance Industri Manufaktur yang mempunyai special proses, manual ini berupa point-point review pertanyaan dan bagaimana menilai special proses dan sangat baik dipakai untuk acuan Selengkapnya »

 

TIDAK ADA KONTROL ITU YA KORUP  MENURUT IATF 16949  PASAL 5.1.1.2 dan PASAL 5.1.13

Setiap pekerjaan kalau tidak dikontrol maka akan timbul deviasi, didiamkan dalam waktu yang lama maka deviasi akan membesar dan susah dikembalikan ke semula alias corrupt. Deviasi yang didiamkan itu bisa terjadi karena banyak factor, misalkan karena tidak pengawasan, adanya tuntutan perubahan pekerjaan yang tidak diimbangi dengan benar dan tentunya factor psikologis misalkan pekerja lebih suka menikmati rasa nyaman. Sistem manajemen sudah membuatkan banyak bentuk pengawasan untuk menghidari deviasi itu, mulai dari adanya: Job Deskripsi pekerja yang sifatnya mengguide kegiatan, Job Des Atasan yang menekankan fungsi pengawasan, Petunjuk Kerja, Audit Internal, Kegiatan Inpeksi, Meeting yang membahas target dan lain lain.

Ketika semua kegiatan/proses sudah diidentifikasi, bagaimana memastikan suatu perusahaan itu memang berjalan efektif/efesien (mempunyai performance baik) di semua proses itu?  Tentunya perlu ada kesepakatan ukuran atau nilainya yang dijadikan nilai suatu proses  dan tentunya dipastikan semua proses yang berjalan sudah diberikan target performance. Jadi yang perlu ditekankan adalah bagaimana memastikan semua proses itu bisa direview dan bagaimana memberikan ukuran yang tepat pada tiap kegiatan. Mari kita coba bahas dua hal ini.

Mengidentifikasi Proses  dan Ukuran Keberhasilannya

Jadi harus dipastikan tidak ada proses yang tidak dimonitor. Biasanya dibuatkan interaksi proses baik yang bersifat perusahaan atau yang bersifat divisi/department. Pada point ini tentu perlu ada persamaan pengertian mengenai apakah itu kegiatan/proses itu?  Coba lihat link ini https://en.m.wikipedia.org/wiki/Business_process_mapping. Ada juga metoda yang dengan cepat mengidentifikasi proses di suatu perusahaan, misalkan dengan Customer Oriented Process, mengidentifikasi proses terkait langsung dan tidak langsung ke customer.

Dan setelah proses-proses itu sudah diidentikasi barulah penentuan ukuran keberhasilan, bagaimana menentukan ukuran keberhasilan kegiatan? Ada beberapa cara juga, misalkan dengan melihat tujuan akhir kegiatan, melihat risk terbesar dari kegiatan itu, atau melihat hal yang dominan mempengaruhi hasil di kegiatan itu. Mari kita coba saja ya

No Nama Kegiatan Tujuan Risk Terbesar yang mengganggu proses Faktor Dominan di produksi
1 Penyimpanan Material Material sesuai kodisi saat pakai, akurasi stock Kejatuhan material berat Konsisten Input data

FIFO

2 Produksi Hasil Produksi Bagus, cepat Kecelakaan Kerja

Shut Down Mesin

 

 

Absensi Pekerja

Kesesuaian Cycle Time

 

 

Jadi apa targetnya

  1. Gudang material yangmenyimpan barang, tentu ukuran perfoamancenya bisa dipakai akurasi stock, incident di gudang. Untuk konsistensi input data dan Kondisi FIFO bisa direview melalui internal audit
  2. Produksi, dilihat dari tujuannya, performance produksi bisa ditentukan: Jumlah Produksi (baik K dan Not OK), Produktifitas dari review factor cycle time. Ada factor lain seperti shutdown mesin dan absensi pekerja, ini bisa menjadi masukan bagi departemen maintenance dan HRD untuk memastikan bentuk rekayasa program pengurangan Downtime atau Absensi dan tentu manjadi target mereka

 PASAL IATF 16949 TENTANG PROSES DAN TARGET

Di IATF 16949 dijelaskan mengenai konsep identifikasi proses dan penentuan target proses tersebut. Secara konsep pasal 9 di IATF 16949/ISO 9001:2015, ada dua cara untuk mereview performance suatu proses, yaitu dengan audit internal dan Manajemen Review (memastikan pencapaian target). Dan pada Pasal IATF 16949 di pasal  5.1.1.2 dan 5.1.1.3 terkait dengan proses juga dipersyaratkan dimana perusahaan diminta memastikan semua proses/kegiatan diidentifikasi dan mempunyai bentuk ukuran keberhasilan. Dari proses/aktifitas yang diidentifikasi kemudian disepakati apa tujuan dan targetnya (ukuran).  Intinya jangan sampai ada kegiatan tidak ada target/review prosesnya.

Pertanyaan ke ke kita sebagai:

  • Apakah ada proses yang sudah berjalan tidak mempunyai target? Kalau ada apakah kegiatan itu dominan mempengaruhi hasil? Kalau ya maka tentukan target/ukuran keberhasilannya. Kalau ada yang proses yang dominan mempengaruhi hasil tetapi tidak mempunyai target maka itu harus menjadi prioritas dibahas.
  • Apakah ada kegiatan yang berjalan belum tersistemasi? Misalkan tidak ada aturan, job des yang jelas terhadap kegiatan itu, tidak ada pengawas yang khusus pada area itu. Kalau belum pastikan bagaimana interaksinya dengan proses lain.

Ingat sekali lagi No Control = Corruption/Damage, jadi bila kita mendiamkan proses tanpa target dan control maka sama saja kita membuat proses itu korup/rusak.

Salam

www.improvementqhse.com

 

Open chat
Need Help?
hello, ada yang bisa kami bantu?

oh ya bapak/ibu, kami ada layanan Improvement di Proses, namanya Free Assessment Proses, dilakukan 1-2 hari, cukup dengan mengganti akomodasi Konsultannya saja, tertarik?
1.450 views