LAYERED PROCESS AUDITS (LPA)

LAYERED PROCESS AUDITS (LPA)

Layered Process Audit (LPA), adalah proses yang menjamin adanya kesesuaian prosedur kerja dan pelaksanaan, memang hampir sama dengan audit-audit internal yang dilakukan, tetapi sebenarnya sifatnya bukannya mengaudit, melainkan memverifikasi. Memverifikasi artinya memastikan Selengkapnya »

PAHAMI UJI t MAKA PASTI PAHAM STUDI BIAS

PAHAMI UJI t MAKA PASTI PAHAM STUDI BIAS

Untuk memahami pelaksanaan Studi Bias ini kita perlu memahami statistik mengenai Uji t. Uji t adalah uji yang digunakan untuk pengujian Hipotesa dari suatu nilai kelompok data atau pengujian hipotesa dua kelompok Selengkapnya »

TIDAK HANYA CUKUP DARI MANUAL IATF 16949 AGAR BISA LULUS SERTIFIKASI SISTEM IATF 16949

TIDAK HANYA CUKUP DARI MANUAL IATF 16949 AGAR BISA LULUS SERTIFIKASI SISTEM IATF 16949

Ketika istilah mutu mulai berubah dengan penekanan  persyaratan produk (bukan hanya  fisik produknya saja), maka kami melihat bahwa berpikir integrasi itu sangat perlu, ya karena definisi produk berkualitas dilihat dari semua aspek. Selengkapnya »

TEMUAN AUDIT IATF 16949 YANG SERING SAAT AUDIT

TEMUAN AUDIT IATF 16949 YANG SERING SAAT AUDIT

Berikut adalah temuan-temuan IATF 16949 dan ISO/TS 16949 oleh badan sertifikasi yang kami rekap di beberapa client kami (lebih dari 40 perusahaan), min 5 jenis temuan yang sama terjadi maka kami masukkan Selengkapnya »

IATF AUDITOR GUIDANCE FOR IATF 16949

IATF AUDITOR GUIDANCE FOR IATF 16949

Apakah Tujuan dari Manual IATF AUDITOR GUIDANCE FOR IATF 16949 ini: Sebenarnya apa yang diminta auditor melalui pelaksanaan audit Badan Sertifikasi IATF 16949 di perusahaan kita, salah satu guidancenya adalah tuntutan dari Selengkapnya »

LAYANAN KAMI

LAYANAN KAMI

PT. Rimar Solusi Tangguh Konsultan Improvement dan sistem MK3L Jl Arjuna Blok B No 29, Galaksi 17147 0813 8438-0326 / 08777-178-1334 www.improvementqhse.com binapuraconsulting@gmail.com Improvementqhse@gmail.com Group WA: IATF-16949 Indonesia LAYANAN Improvement Program at Selengkapnya »

LIST MANUAL SPECIAL PROSES

LIST MANUAL SPECIAL PROSES

Manual ini sangat bermamfaat secara teknis untuk meningkatkan performance Industri Manufaktur yang mempunyai special proses, manual ini berupa point-point review pertanyaan dan bagaimana menilai special proses dan sangat baik dipakai untuk acuan Selengkapnya »

IATF 16949:2016 – SANCTIONED INTERPRETATIONS, OKTOBER 2020

IATF 16949:2016 – SANCTIONED INTERPRETATIONS, OKTOBER 2020

Berikut kami sampaikan perubahan IATF 16949:2016 berdasarkan Sanctioned Interpretations, SI 19 issued in August 2020, effective October 2020: Definisi pelanggan harus dipertegas, bisa saja pelanggan itu adalah OEM, yang nantinya merakit part, Selengkapnya »

LAYANAN REVIEW IMPLEMENTASI CORETOOLS IATF 16949 (ONLINE /ONSITE)

LAYANAN REVIEW IMPLEMENTASI CORETOOLS IATF 16949 (ONLINE /ONSITE)

Bagi perusahaan yang ingin memastikan keefektifan implmentasi Coretoolnya, silahkan mengikuti program REVIEW IMPLEMENTASI CORETOOLS IATF 16949. Program ini: Ditujukan Bagi perusahaan yang sudah mengimplementasikan Coretools IATF 16949 (APQP,PPAP, FMEA +Control Plan, SPC, Selengkapnya »

YANG DILAKUKAN PERUSAHAAN TERKAIT REVISI KEDUA IATF GLOBAL WAIVERS AND MEASURES IN RESPONSE TO THE CORONAVIRUS PANDEMIC (COVID-19)

YANG DILAKUKAN PERUSAHAAN TERKAIT REVISI KEDUA IATF GLOBAL WAIVERS AND MEASURES IN RESPONSE TO THE CORONAVIRUS PANDEMIC (COVID-19)

MAKSUD PERUBAHAN Dikarenakan wabah Covid-19 ini, IATF 16949 meninjau dampaknya pada skema sertifikasi IATF 16949 dengan prioritas utama adanya Keselamatan dan Kesejahteraan bagi semua orang yang terlibat dalam Skema Sertifikasi IATF 16949. Selengkapnya »

 

PERENCANAAN PROGRAM PEMBUATAN AIAG-VDA FMEA

Ada beberapa indikasi penyebab  yang mengakibatkan FMEA tidak begitu memberikan masukan bagi perusahaan, Indikasi itu antara lain karena:

  • Kurang paham proses yang dianalisa
  • Adanya shortcut action dalam mengantisipasi masalah yang diidentifikasi
  • Data penyelesaian tidak realistis
  • Tidak ada prioritas action
  • Kompetensi team yang kurang
  • Beban pekerjaan dan pemahaman fungsi FMEA
  • Tidak mengejar value untuk organisasi atau harapan perusahaan
  • Special characteristic belum serius dikelola dalam FMEA, sekedar symbol?
  • Fokus di form sebagai tujuan bukan mengurangi risiko
  • Waktu pekerjaan yang kurang dan dipaksakan
  • Kurangnya kesadaran siapa yang terlibat dalam tiap action di FMEA
  • Tool apa yang perlu dibuat sehingga FMEA bisa dibuat bernilai / efektif

 

Sebenarnya kalau dibahas detail kondisi-kondisi di atas disebabkan oleh karena perencanaan pembuatan FMEA yang tidak matang, Di Manual VDA-AIAG FMEA disebutkan ada 7 kegiatan yang dinilai penting yang harus dipenuhi agar FMEA bernilai dan berperan, ke-7 kegiatan itu adalah:

  1. Perencanaan Pembuatan FMEA (plan & Prepare)
  2. Sistem analisis yang terpadu dan akurat
  3. Menentukan Profile Risk actual di produk/proses
  4. Memelihara FMEA sebagai dokumen hidup
  5. Kesimpulan dan komunikasi ke stakeholder
  6. Penggunaan FMEA Family secara efektif
  7. Pemamfaatan FMEA ke subcont

Nah di manual AIAG-VDA FMEA, ke-7 di bahas tuntas.

Khusus dalam perencanaan FMEA merupakan salah satu bagian yang tidak hanya menetapkan scope saja tetapi bagaimana juga;

  • Program FMEA mempertimbangkan hal-hal terkait produk atau proses / memperhatikan scope proses yang dilakukan
  • mengidentifikasi Team (personal yang memahami FMEA, Crossfunctioned, mempunyai sifat partisipasi yang baik)
  • Definisikan Scope proses yang dibahas
  • Mampu mendefinisikan Customer sebelum mengisi Form

Kami yakin bahwa pekerja sudah tahu apa itu planning, tetapi kenyataannya belum paham sehingga banyak timbul alasan yang mengakibatkan FMEA tidak berfungsi/bermamfaat bagi internal perusahaan.

Nah sekali lagi pilihlah team, pastikan mindset yang benar mengenai FMEA, baru buatlah FMEA.

Dibeberapa training kami, kami sepakati beberapa tugas yang harus dilakukan setelah training, tugas-tugas itu al:

  • Mengidentifikasi semua kegiatan yang berpotensi menyebabkan defect / kegagalan fungsi produk
  • Menetapkan team yang kompeten baik diteknis dan non teknis
  • Menyepakati bahwa tujuan FMEA menurunkan defect
  • Memastikan pelaporan/progress pembuatan dan target defect turun dilaporkan ke manajemen
  • Melakukan audit setelah FMEA telah diimplementasikan

Bagaimana perencanaan pembuatan FMEA di tempat anda?

 

Salam

www.improvementqhse.com

 

 

 

1.223 views