AIAG MSA VS AIAG & VDA MSA: “GRR SUDAH BAGUS, KOK GA BERES NGUKURNYA?”

Kalau selama ini Anda berpikir MSA itu identik dengan GRR, tenang… Anda tidak sendirian. Bahkan di banyak perusahaan, setiap kali auditor bertanya: “MSA sudah dilakukan?” Jawabannya hampir selalu: “Sudah Pak, ini hasil GRR kami, 8%.” Selesai. Semua lega. Auditor mengangguk. Meeting ditutup. Kopi diminum.

Tetapi… dunia otomotif ternyata merasa hidup terlalu damai. Lalu lahirlah AIAG & VDA MSA.

Perubahan terbesar bukan rumusnya, tetapi cara berpikirnya. Kalau AIAG MSA 4th Edition ibarat bertanya: “Apakah alat ukurnya bagus?” Maka AIAG & VDA MSA bertanya lebih jauh:

“Bagus sih… tapi apakah seluruh proses pengukurannya benar-benar bisa dipercaya?” Nah, ini yang sering membuat kita terdiam beberapa detik. Karena ternyata alat ukur yang mahal, operator yang sudah training, dan hasil GRR yang kecil belum tentu menjamin keputusan yang diambil sudah benar.

Bayangkan begini…

Anda membeli timbangan digital seharga belasan juta rupiah. Kalibrasinya masih berlaku. GRR hanya 6%. Semua terlihat sempurna. Tetapi…

  • Operator mengukur dengan metode yang berbeda-beda.
  • Suhu ruangan berubah drastis.
  • Part belum mencapai suhu stabil.
  • Fixture sedikit bergeser.
  • Software mengolah data dengan parameter yang salah.

Pertanyaannya:Masalahnya ada di alat ukur? Belum tentu. Masalahnya ada pada proses pengukurannya. Dan inilah inti perubahan AIAG & VDA MSA.

Selamat datang di era Measurement Process

AIAG MSA mengajarkan kita untuk mengevaluasi Measurement System. AIAG & VDA MSA mengajak kita melihat Measurement Process secara menyeluruh. Artinya, sekarang yang diperhatikan bukan hanya:

  • alat ukur,
  • operator,
  • dan variasi pengukuran,

tetapi juga:

  • metode pengukuran,
  • lingkungan,
  • fixture,
  • software,
  • strategi pengukuran,
  • traceability,
  • hingga bagaimana keputusan mutu dibuat.

Singkatnya… Kalau dulu kita memeriksa pemainnya, sekarang kita memeriksa seluruh pertandingan. Ingat:

  • GRR tetap penting…Tenang saja,
  • GRR tidak kita pensiunkan
  • GRR tidak dihapus.
  • GRR tidak di-PHK.
    GRR tetap digunakan.

Bedanya, sekarang GRR hanyalah salah satu “anggota tim”, bukan lagi “kapten tim”.

Kalau dulu semua pertanyaan berakhir di: “Berapa persen GRR?”

Sekarang pertanyaannya berkembang menjadi:

  • Apakah proses pengukurannya sudah dirancang dengan benar?
  • Apakah ketidakpastian pengukurannya dapat diterima?
  • Apakah risiko salah menerima produk sudah dipertimbangkan?
  • Apakah hasil pengukuran benar-benar cukup untuk mengambil keputusan?

Nah yang naik panggung itu Measurement Uncertainty, dan ini pas!

Dulu istilah Measurement Uncertainty sering dianggap urusan laboratorium kalibrasi.

Orang produksi sering berkata, “Itu urusan Lab, bukan urusan saya.” Sekarang? Tidak lagi. Karena setiap hasil pengukuran selalu memiliki ketidakpastian.

Pertanyaannya bukan lagi:

“Apakah ada uncertainty?” Tetapi: “Seberapa besar uncertainty tersebut memengaruhi keputusan kita?” Decision Risk: jangan sampai produk baik ditolak, atau yang jelek lolos

Bayangkan ada dua kemungkinan.

  • Yang pertama: Produk sebenarnya bagus. Tetapi karena proses pengukuran kurang andal… produk malah ditolak. Kasihan produksi. Kasihan biaya. Kasihan target OEE.
  • Yang kedua jauh lebih berbahaya. Produknya sebenarnya NG. Tetapi sistem pengukuran mengatakan OK. Nah… Kalau ini bukan hanya kasihan. Bisa jadi pelanggan yang marah.

Di sinilah konsep Decision Risk menjadi sangat penting. Karena tujuan pengukuran bukan sekadar menghasilkan angka. Tujuannya adalah menghasilkan keputusan yang benar. Measurement Strategy: berpikir sebelum mengukur. Kalau dulu banyak perusahaan langsung bertanya,

“Kapan kita lakukan GRR?” Sekarang pertanyaannya berubah menjadi, “Apa strategi pengukurannya?”Karena sebelum membeli alat ukur atau melakukan studi MSA, kita harus memahami:

  • apa karakteristik yang diukur,
  • mengapa harus diukur,
  • bagaimana metode terbaik,
  • siapa yang mengukur,
  • kapan diukur,
  • dengan alat apa,
  • dan seberapa akurat hasil yang dibutuhkan.

Dengan kata lain… Jangan sibuk menghitung kalau dari awal salah memilih cara mengukur.

Kesimpulan

AIAG & VDA MSA bukan datang untuk menggantikan AIAG MSA. Ia datang untuk menyempurnakan cara kita memandang pengukuran. Dari yang semula hanya berfokus pada alat ukur… menjadi berfokus pada keseluruhan proses pengukuran. Karena pada akhirnya pelanggan tidak peduli berapa persen nilai GRR kita. Pelanggan hanya peduli satu hal: Apakah keputusan kualitas yang kita ambil benar atau tidak. Dan di situlah AIAG & VDA MSA memainkan perannya

Rio BPS

Automotive & Ergonomic Engineer – Lean Sigma Engineer

Perusahaan yang ingin langsung mempraktekkan AIAG VDA MSA langsung di sistem pengukurannya sekalian melalui training, hubungi NOVA di 08777-178-1334 atau email di sales@improvementqhse.com

yang mau belajar sendiri bisa juga, ikuti publik training tiap sabtu tentang SPC dan MSA