PROCESS MANAGEMENT DI AIAG-VDA SPC

Perkembangan industri otomotif global menuntut sistem pengendalian proses yang tidak hanya mampu mengukur variasi proses, tetapi juga memastikan tindakan perbaikan dilakukan secara efektif hingga mencegah terulangnya masalah. Oleh karena itu, AIAG dan VDA menerbitkan AIAG-VDA SPC sebagai penyempurnaan dari pendekatan SPC tradisional.

AIAG-VDA SPC memperluas peran SPC dengan memasukkan elemen-elemen pengendalian proses yang sebelumnya tidak dibahas secara mendalam, yaitu:

  • Quality Control Loop, memastikan masalah ditemukan, dianalisis, diperbaiki, dan dicegah terulang.
  • Process Audit, memastikan proses dijalankan sesuai standar yang ditetapkan.
  • Product Audit, memastikan produk akhir memenuhi persyaratan pelanggan.
  • Conformance Gate, mencegah produk cacat mengalir ke proses berikutnya.
  • Escalation Process ke proses manajemen,  memastikan masalah yang berulang atau kritis ditangani oleh level manajemen yang tepat.

Di proses manajemen di AIAG-VDA SPC mencakup: Quality Control Loop, Process Audit, Product Audit, Conformance Gate, dan Escalation Process. Ke -5 hal ini sebenarnya salah satu perubahan filosofi terbesar pada AIAG-VDA SPC. Kalau SPC lama fokusnya: “Ambil data → buat control chart → hitung Cpk” sedangkan AIAG-VDA SPC mulai menggeser fokus menjadi: “Bagaimana organisasi mengendalikan proses secara keseluruhan?” Karena banyak perusahaan punya Cpk bagus, tetapi tetap menghasilkan komplain pelanggan.

QUALITY CONTROL LOOP. Maksud dari siklus tertutup untuk memastikan masalah kualitas ditemukan, dianalisis, diperbaiki, dan dicegah terulang. Bukan hanya mengukur. Tetapi: Detect, menganalisa, melakukan Correction, kemudian pencegahan

Contoh

Mesin Injection problem, ada banyak reject di hari itu, SPC /control chart mendeteksi trend suhu turun,lalu:

  1. Operator melihat control chart suhu yang turun
  2. Investigasi dilakukan pada suhu utama, misalkan suhu oli
  3. Ditemukan salah satu thermokopel tidak berfungsi
  4. Thermokopel diganti
  5. Standard thermokopel dibuat dengan ketentuan: penentuan spec std, Merk/maker thermokopel

Sehingga sampai beberapa lama, masalah tidak terulang. Inilah Quality Control Loop. Tujuan dari Quality Control Loop agar SPC tidak menjadi sekadar grafik yang ditempel di dinding.

PROCESS AUDIT, Pengertian adalah Audit terhadap cara kerja proses dengan menanyakan:”Apakah proses dijalankan sesuai standar?” Bukan:”Apakah produknya bagus?”

Contoh

Pada proses Chroming: Intruksi kerja menyatakan bahwa perameter:Temperatur 50°C ±2°C . Pengawas atau inspector mengecek kesesuaian: Temperatur actual (bukan hanya di screen), Tekanan actual, Setting sesuai dan pemahaman Operator mengikuti SOP? Jadi Tujuannya adalah Menemukan penyebab sebelum produk cacat muncul.  Kondisi ini analogi sana dengan Process Audit  yanag memeriksa proses chroming, belum melihat hasil chromingnya.

PRODUCT AUDIT. Pengertian product audit adalah audit terhadap produk jadi. Pertanyaannya: “Apakah produk memenuhi spesifikasi pelanggan?”

Contoh: Hasil Chrome diperiksa: Dimensi, Warna, Adhesive, Barcode, Visual defect. Tujuan Memastikan customer menerima produk sesuai requirement. Analogi Product Audit sama dengan mencicipi makanan yang sudah matang, melihat ouputnya.

Perbedaan Process Audit dan Product Audit

Process AuditProduct Audit
Fokus prosesFokus hasil
Audit cara kerjaAudit produk
PreventiveDetective
Sebelum cacatSetelah produk jadi

CONFORMANCE GATE. Ini konsep yang sangat sering dipakai OEM Eropa. Maksudnya Titik pemeriksaan wajib sebelum produk boleh lanjut ke proses berikutnya, sehingga mencegah cacat mengalir ke proses berikutnya.

ESCALATION PROCESS. Maksudnya mengatur kapan masalah harus dinaikkan ke level manajemen yang lebih tinggi. Misalkan kejadian :

  • Level 1 1 titik out of control kemudian Operator menginvestigasi
  • Level 2, 3 kali out of control dalam 1 shift, Supervisor yang terlibat
  • Level 3, ditemukan Ppk < 1.33 selama seminggu, maka Quality Manager terlibat
  • Level 4, ditemukan Customer complaint, maka Plant Manager terlibat

Tujuan escalation proses ini Agar masalah tidak berhenti di operator.

Coba kalau kita padukan semua ya. Bayangkan proses Coating dengan Chrome, maka

  • SPC akan mendeteksi variasi yang terlalu lebar atau tidak normal.
  • Quality Control Loop, menganalisis dan memperbaiki
  • Process Audit, memastikan ketentuan yang ada dijalankan.
  • Conformance Gate, mencegah produk buruk lanjut
  • Product Audit, Memastikan hasil akhir sesuai spesifikasi.
  • Escalation Process, Jika masalah berulang, naik ke level manajemen.

KENAPA AIAG-VDA MEMASUKKAN KONSEP INI KE SPC?

Karena banyak Perusahaan sudah mengimplementasikan SPC dan Perusahaannya sudah tersertiifkasi IATF 16949 (punya control chart, punya Cpk yang bagus >1,67, punya SPC software mahal. Tetapi tetap seting mendapat komplain pelanggan.

Alasannya: Mereka hanya mengukur proses, tetapi mereka tidak memiliki:

  • reaction plan yang jelas
  • audit yang efektif
  • gate inspection
  • sistem eskalasi.

Jad AIAG-VDA ingin SPC menjadi sistem pengendalian proses end-to-end, bukan sekadar perhitungan statistik. Dengan kata lain: SPC bukan lagi hanya “Statistical Process Control”, tetapi menjadi bagian dari “Process Management System”. Nah ini lah yang salah satunya membedakan SPC AIAG-VDA terbaru dari SPC AIAG edisi lama yang sangat fokus pada control chart dan capability index.

QUALITY CONTROL LOOP. Maksud Siklus tertutup untuk memastikan masalah kualitas ditemukan, dianalisis, diperbaiki, dan dicegah terulang. Bukan hanya mengukur. Tetapi: Detect, menganalisa, melakukan Correction, kemudian pencegahan

Contoh

Mesin Injection problem, ada banyak reject di hari itu, SPC /control chart mendeteksi trend suhu turun,lalu:

  1. Operator melihat control chart suhu yang turun
  2. Investigasi dilakukan pada suhu utama, misalkan suhu oli
  3. Ditemukan salah satu thermokopel tidak berfungsi
  4. Thermokopel diganti
  5. Standard thermokopel dibuat dengan ketentuan: penentuan spec std, Merk/maker thermokopel

Sehingga sampai beberapa lama, masalah tidak terulang. Inilah Quality Control Loop. Tujuan dari Quality Control Loop agar SPC tidak menjadi sekadar grafik yang ditempel di dinding.

PROCESS AUDIT, Pengertian adalah Audit terhadap cara kerja proses dengan menanyakan:”Apakah proses dijalankan sesuai standar?” Bukan:”Apakah produknya bagus?”

Contoh

Pada proses Chroming: Intruksi kerja menyatakan bahwa perameter:Temperatur 50°C ±2°C . Pengawas atau inspector mengecek kesesuaian: Temperatur actual (bukan hanya di screen), Tekanan actual, Setting sesuai dan pemahaman Operator mengikuti SOP? Jadi Tujuannya adalah Menemukan penyebab sebelum produk cacat muncul.  Kondisi ini analogi sana dengan Process Audit  yanag memeriksa proses chroming, belum melihat hasil chromingnya.

PRODUCT AUDIT. Pengertian product audit adalah audit terhadap produk jadi. Pertanyaannya: “Apakah produk memenuhi spesifikasi pelanggan?”

Contoh: Hasil Chrome diperiksa: Dimensi, Warna, Adhesive, Barcode, Visual defect. Tujuan Memastikan customer menerima produk sesuai requirement. Analogi Product Audit sama dengan mencicipi makanan yang sudah matang, melihat ouputnya.

Perbedaan Process Audit dan Product Audit

Process AuditProduct Audit
Fokus prosesFokus hasil
Audit cara kerjaAudit produk
PreventiveDetective
Sebelum cacatSetelah produk jadi

CONFORMANCE GATE. Ini konsep yang sangat sering dipakai OEM Eropa. Maksudnya Titik pemeriksaan wajib sebelum produk boleh lanjut ke proses berikutnya, sehingga mencegah cacat mengalir ke proses berikutnya.

ESCALATION PROCESS. Maksudnya mengatur kapan masalah harus dinaikkan ke level manajemen yang lebih tinggi. Misalkan kejadian :

  • Level 1 1 titik out of control kemudian Operator menginvestigasi
  • Level 2, 3 kali out of control dalam 1 shift, Supervisor yang terlibat
  • Level 3, ditemukan Ppk < 1.33 selama seminggu, maka Quality Manager terlibat
  • Level 4, ditemukan Customer complaint, maka Plant Manager terlibat

Tujuan escalation proses ini Agar masalah tidak berhenti di operator.

Coba kalau kita padukan semua ya. Bayangkan proses Coating dengan Chrome, maka

  • SPC akan mendeteksi variasi yang terlalu lebar atau tidak normal.
  • Quality Control Loop, menganalisis dan memperbaiki
  • Process Audit, memastikan ketentuan yang ada dijalankan.
  • Conformance Gate, mencegah produk buruk lanjut
  • Product Audit, Memastikan hasil akhir sesuai spesifikasi.
  • Escalation Process, Jika masalah berulang, naik ke level manajemen.

KENAPA AIAG-VDA MEMASUKKAN KONSEP INI KE SPC?

Karena banyak Perusahaan sudah mengimplementasikan SPC dan Perusahaannya sudah tersertiifkasi IATF 16949 (punya control chart, punya Cpk yang bagus >1,67, punya SPC software mahal. Tetapi tetap seting mendapat komplain pelanggan.

Alasannya: Mereka hanya mengukur proses, tetapi mereka tidak memiliki:

  • reaction plan yang jelas
  • audit yang efektif
  • gate inspection
  • sistem eskalasi.

Jad AIAG-VDA ingin SPC menjadi sistem pengendalian proses end-to-end, bukan sekadar perhitungan statistik. Dengan kata lain: SPC bukan lagi hanya “Statistical Process Control”, tetapi menjadi bagian dari “Process Management System”. Nah ini lah yang salah satunya membedakan SPC AIAG-VDA terbaru dari SPC AIAG edisi lama yang sangat fokus pada control chart dan capability index.

Rio BPS-Automotive Eng