CONTROL CHART TOLERANSI

Di dunia Statistical Process Control (SPC), kita sering kali sibuk menjaga agar mesin produksi stabil berdasarkan kemampuan alaminya sendiri (yang disebut Process-Related). Tapi, bagaimana jika situasinya menuntut kita untuk melihat langsung batas toleransi dari pelanggan? Manual AIAG & VDA SPC membahas hal ini, yaitu control  chart dengan batas controlnya nilai Toleransi /spesifikasi.

Coba kita bandingkan dengan Control Chart standar berbasis proses (Process-Related) yang biasa kita kenal dengan Control Chart dengan batas toleransi:

  • Control Chart Standar (Process-Related):
    • Acuan Batas: Murni dihitung dari variasi alami mesin itu sendiri (), sama sekali tidak peduli pada batas spesifikasi dari gambar teknik (Specification Limits).
    • Tujuan: Mengejar perbaikan terus-menerus (continuous improvement) menuju target zero-defect (tanpa cacat).
    • Efek Perbaikan: Jika proses semakin baik, batas kendalinya justru menyempit untuk menuntut kualitas yang lebih ketat.
  • Control Chart Toleransi (Tolerance-Related / Acceptance Control Chart):
    • Acuan Batas: Justru menggunakan batas spesifikasi (USL/LSL) dari pelanggan atau gambar teknik sebagai basis acuan dengan menambahkan margin keselamatan tertentu.
    • Tujuan: Memastikan produk memenuhi batasan toleransi yang diizinkan, dengan memperbolehkan adanya fraksi produk cacat (acceptable fractions nonconforming) dalam jumlah tertentu yang sudah disepakati.
    • Efek Perbaikan: Uniknya, jika proses diperbaiki, jarak batas kendali pada tipe ini justru melebar untuk memanfaatkan kelonggaran variasi tersebut.

Untuk memperjelas perbedaannya, saya coba jelaskan dengan ilustrasi ini:

  • Gaya Process-Related: Perusahaan ingin kamu disiplin total. Rata-rata jam datang harus konsisten di pukul 07.45. Jika kamu mulai sering datang pukul 07.55 (meski belum telat dari jam 08.00), alarm peringatan langsung berbunyi karena polanya bergeser.
  • Gaya Tolerance-Related (Acceptance): Kantor menetapkan batas jam masuk jam 08.00 dengan toleransi maksimal sampai jam 08.15. Sistem ini “mentoleransi” jika dari 100 orang ada 3 orang yang datang pukul 08.12, asalkan secara statistik tidak melewati kuota persentase keterlambatan yang diizinkan.

Dimana Control Chart Control Chart Toleransi digunakan?

Karena sifatnya yang “mentoleransi” adanya produk cacat, Control Chart jenis ini tidak bisa digunakan untuk menerapkan strategi bebas cacat (zero-defect strategy). Oleh karena itu, ada ketentuan yang cukup ketat kapan benda ini boleh dipakai:

  1. Prasyarat Mutlak: Variasi proses sesaat (instantaneous/current process variation) harus secara substansial jauh lebih kecil daripada variasi keseluruhan (overall variation).
  2. Penggunaan yang Sangat Terbatas: Standar AIAG & VDA menetapkan bahwa Control Chart ini tidak dianjurkan untuk proses produksi utama harian. Ia hanya boleh dipakai untuk kondisi khusus, seperti:
    • Karakteristik proses non-kritis tertentu.
    • Memantau dan mengoptimalkan umur pakai alat potong (tool life monitoring).
    • Proses yang mendekati batas-batas alami tertentu (seperti tingkat kerataan atau kebulatan/ runout).

Selamat mencoba Control Chart Toleransi

Salam

www.improvementqhse.com