2.2.11.3 Kriteria Penerimaan untuk Studi Awal Kriteria Penerimaan Komponen yang Di-Heat Treatment (berlaku untuk semua tingkatan pemasok/tier level suppliers):
Case depth (kedalaman pengerasan), pola induksi longitudinal, kekerasan permukaan (surface hardness), kekerasan inti (core hardness), struktur mikro (microstructure), dan karakteristik produk lainnya yang tercantum pada gambar teknik (part drawing) maupun standar produk yang berlaku wajib diuji.
Seluruh pengujian produk heat treat harus dilakukan setelah proses akhir komponen yang berpotensi memengaruhi kesesuaian produk terhadap spesifikasi heat treat (contoh: proses gerinda akhir / final grinding yang mengikis lapisan permukaan keras luar).
Sampel wajib diambil dari lokasi-lokasi ekstrem seperti yang tertera di bawah ini:
- Tungku Batch (Batch Furnaces, termasuk jenis pusher): 8 sudut dan bagian tengah dari muatan (load) — minimal 9 sampel sesuai metode volumetrik CQI-9 untuk TUS (Temperature Uniformity Survey).
- Tungku Kontinu (Continuous Furnaces): Melintasi lebar sabuk berjalan (belt) pada awal, tengah, dan akhir periode produksi (sampel yang diambil harus mewakili tinggi area kerja yang terkualifikasi / qualified work zone height).
- Induksi (Induction): Per spindle pada saat penyetelan (set-up), serta 3 komponen berurutan pada awal, tengah, dan akhir dari 8 jam masa produksi (minimal 10 komponen).
Minimal, kekerasan atau karakteristik produk yang dipersyaratkan (misal: uji tarik, uji lengkung) harus diuji pada 30 komponen yang dikumpulkan secara total sesuai ketentuan di atas. Pengambilan sampel menggunakan beberapa batch atau lot sangat disarankan, tetapi tidak diwajibkan untuk validasi PPAP.
Pengujian merusak (destructive testing) yang membutuhkan persiapan sampel secara rumit (seperti case depth, struktur mikro, pola induksi longitudinal, kuat tarik, dll.) wajib dilakukan pada minimal 9 komponen yang paling mewakili kondisi proses ekstrem sebagaimana dijelaskan di atas.
Studi akan dinyatakan DITERIMA jika seluruh pembacaan individu berada di dalam Pita Keselamatan (Safety Band) yang ditetapkan pada 90% dari toleransi spesifikasi, serta TIDAK BOHLEH ada pembacaan yang berada tepat di batas spesifikasi.
Pembacaan kekerasan TIDAK BOLEH dibulatkan ke angka bulat untuk menghindari kurangnya keterbedaan pengukuran (inadequate measurement discrimination). Nilai kekerasan Rockwell wajib dilaporkan hingga satu angka di belakang koma (1 desimal). Studi dinyatakan diterima jika tidak ada pembacaan yang berada tepat pada batas spesifikasi.
Kriteria Penerimaan untuk Validasi Proses Heat Treat dan Persetujuan PPAP memerlukan hal-hal berikut:
- Pengambilan sampel dan pemenuhan spesifikasi produk sesuai dengan persyaratan yang dijelaskan di atas.
- Pemenuhan awal dan berkelanjutan terhadap persyaratan proses heat treat yang tertera pada revisi terbaru AIAG CQI-9, termasuk persyaratan pirometri seperti SAT, TUS, Instrumentasi, dan Thermocouple, serta persyaratan seluruh Tabel Proses CQI-9 yang relevan.
- Production Control Plan (Rencana Kawalan Produksi) wajib mencakup seluruh persyaratan pada poin 1 dan 2 di atas. Pemasok wajib memastikan Control Plan untuk proses heat treat telah sesuai dengan Tabel Proses CQI-9 yang berlaku. Control Plan harus digunakan untuk mengendalikan proses heat treat dan kesesuaian produk secara berkelanjutan.
- Heat Treat SME (Subject Matter Expert / Ahli Teknik Heat Treat dari pihak Ford) wajib dihubungi untuk meninjau kesesuaian pirometri (poin 2) dan isu apa pun yang berkaitan dengan kesesuaian spesifikasi produk.
2. Analisis Praktis Lapangan (Practical Breakdown)
Ford menerapkan aturan yang sangat ketat untuk komponen yang mengalami heat treatment karena komponen ini umumnya merupakan Safety & Critical Part (seperti roda gigi, poros penggerak, baut kekuatan tinggi, dll.).
Berikut adalah poin-poin krusial yang wajib dipahami oleh tim Quality, Process Engineering, dan Laboratorium:
A. Kapan Uji Kekerasan / Case Depth Dilakukan? (Aturan Post-Processing)
- Kesalahan Umum: Menguji kekerasan dan case depth langsung setelah komponen keluar dari tungku heat treatment, padahal komponen tersebut masih akan melewati proses final grinding (gerinda).
- Persyaratan Ford: Pengujian PPAP/Studi Awal wajib dilakukan SETELAH proses gerinda selesai. Karena gerinda mengikis lapisan luar, jika effective case depth tergerus berlebihan, komponen bisa gagal di lapangan.
B. Strategi Sampling Ekstrem (Extreme Locations)
Ford tidak mengizinkan pengambilan sampel secara acak (random). Sampel wajib diambil dari titik-titik paling kritis (paling dingin/paling panas dalam tungku):
| Jenis Tungku | Aturan Sampling Ekstrem | Jumlah Sampel |
| Batch / Pusher | 8 sudut keranjang (atas/bawah, depan/belakang, kiri/kanan) + 1 titik tengah muatan. | Min. 9 sampel |
| Continuous Belt | Sisi kiri, tengah, dan kanan belt pada posisi Awal, Tengah, dan Akhir masa produksi. | Mewakili tinggi work zone |
| Induction | Per spindle saat setup + 3 komponen berurutan di awal, tengah, dan akhir shift (8 jam). | Min. 10 sampel |
C. Aturan Emas Ford: “Safety Band 90%” (Batas Toleransi Ketat)
Ini adalah aturan Ford yang paling sering membuat supplier gugur saat pengajuan PPAP.
- Konsep: Hasil uji tidak hanya cukup “masuk spesifikasi”, tetapi harus berada di dalam rentang 90% toleransi tengah.
Contoh Perhitungan:
- Spesifikasi Kekerasan pada Drawing: 50.0 – 60.0 HRC (Total Toleransi =
).
- Toleransi
dari
.
- Marjin keamanan di batas bawah dan batas atas adalah
di masing-masing sisi (
).
- Rentang Safety Band yang Diterima Ford: 50.5 HRC s.d. 59.5 HRC.
- Catatan: Jika ada hasil uji bernilai 50.0 HRC atau 60.0 HRC (meskipun secara teori gambar teknik masuk spesifikasi), PPAP LANGSUNG DITOLAK oleh Ford!
D. Resolusi Alat Uji & Dilarang Membulatkan Angka
- Hasil pengujian kekerasan Rockwell harus dicatat dengan 1 desimal (Contoh: 58.4 HRC).
- Dilarang keras membulatkan menjadi 58 HRC atau 59 HRC. Tujuan Ford adalah untuk memastikan alat ukur memiliki tingkat keterbedaan (discrimination) yang memadai dan grafik sebaran data (dispersion) terlihat jelas.
E. Integrasi CQI-9, Control Plan, & Persetujuan Ford SME
- Audit CQI-9: Dokumen evaluasi AIAG CQI-9 (lengkap dengan bukti kalibrasi Thermocouple, uji SAT / System Accuracy Test, dan TUS / Temperature Uniformity Survey) wajib siap dan aktif.
- Control Plan: Parameter kritis dari CQI-9 Process Tables (seperti suhu tungku, soaking time, potensial karbon/gas, agitasi media quench) wajib masuk ke dalam Production Control Plan.
- Komunikasi dengan Ford SME: Sebelum PPAP dikirim ke bagian SQE/SQA, hasil validasi pirometri dan data sampel awal wajib ditinjau atau dikonfirmasikan ke tim Heat Treat SME dari Ford.
3. Checklist Kesiapan Dokumen & Pengujian (PPAP Submission)
Sebelum mengajukan PPAP Heat Treatment ke pelanggan Ford, pastikan berkas-berkas berikut sudah lengkap:
- Laporan Hasil Uji Kekerasan (30 sampel): Terdiri dari data individual desimal (misal: 1 desimal HRC) dan dipastikan seluruh data masuk rentang Safety Band 90%.
- Laporan Uji Merusak / Destructive Test (9 sampel): Meliputi Effective Case Depth, Microstructure Photo, Longitudinal Pattern (khusus Induksi), dan Tensile Test.
- Bukti Sampling Ekstrem: Catatan/foto lokasi pengambilan sampel (8 sudut + center untuk batch, atau kiri-tengah-kanan untuk continuous).
- Laporan Evaluasi AIAG CQI-9 Terbaru: Lengkap dengan sertifikat kalibrasi instrumen master, laporan TUS, dan SAT.
- Control Plan Produksi: Mencantumkan seluruh parameter proses dari Tabel Proses CQI-9 serta frekuensi pengujian produk setelah proses final grinding.
- Bukti Review Ford Heat Treat SME: Bukti komunikasi/persetujuan dari ahli teknik heat treat Ford jika terdapat parameter khusus.
www.improvementqhse.com
apabila rekan-rekan ada yang mau join di publik training atau mengajukan inhouse training terkait coretool IATF 16949, silahkan kontak NOVA di 08777-178-1334 atau email di sales@improvementqhse.com





